BATAN Kenalkan Iptek Nuklir Melalui Sistem Informasi dan Jurnal Atom Indonesia Kepada Sivitas Akademika ITERA

itera

(Jakarta, 18/03/2019) Badan Tenaga Nukilr Nasional (BATAN) mengenalkan kegiatan litbang dan pemanfaatan Iptek nuklir kepada sivitas akademika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung, Rabu (13/03). Kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Pengenalan Sistem Informasi dan Jurnal Ilmiah Iptek Nuklir” dimanfaatkan sebagai sarana berbagi informasi dan diseminasi iptek nuklir serta pemanfaatannya di Indonesia.

Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Dr. Hendig Winarno mengatakan, BATAN telah melakukan litbang dan pendayagunaan iptek nuklir untuk kesejahteraan. “Penelitian dan pengembangan iptek nuklir telah dilakukan oleh BATAN adalah untuk maksud damai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Hendig.

Selain sosialisasi pemanfaatan iptek nuklir, pada kesempatan yang sama Hendig juga berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan jurnal Atom Indonesia yang telah terindeks Scopus. Jurnal Atom Indonesia merupakan jurnal ilmiah iptek nuklir yang dikelola oleh BATAN.

Ketua Jurusan Teknologi Produksi dan Industri ITERA Prof. Yazid Bindar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BATAN yang telah memberikan kepercayaan kepada ITERA untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Pihaknya akan menginisiasi kerjasama dengan BATAN, khususnya untuk kegiatan tridharma perguruan tingginya yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika ITERA sendiri dan juga masyarakat.

Perwakilan Internatonal Nuclear Information System (INIS), Drs. Budi Prastyo, M.T., menegaskan perlunya preservasi dan pengayaan terhadap pengetahuan Iptek nuklir  agar tidak mengalami kepunahan. Untuk itulah, pengembangan sistem informasi berbasis digital untuk menglolah informasi iptek nuklir mutlak diperlukan.

“Minat masyarakat ilmiah di lingkungan perguruan tinggi untuk mempelajari dan mengembangkan iptek nuklir perlu ditingkatkan secara berkesinambungan sehingga penguasaan iptek nuklir di Indonesia dalam rangka preservasi dan pengayaan pengetahuan dalam bidang nuklir tidak mengalami kepunahan (knowledge loss),” ujar Budi.

Menurut Budi, kerjasama antara perguruan tinggi dengan BATAN menjadi sangat penting, tidak hanya untuk penelitian, pengembangan dan implementasi iptek nuklir tetapi juga memanfaatkan informasi iptek nuklir melalui basis data INIS serta kelak dapat mengirimkan hasil penelitiannya untuk diterbitkan di Atom Indonesia.

Hal senada disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Edy Giri Rachman Putra, PhD., diperlukan strategi, tips dan trik agar sebuah karya dalam bentuk makalah dapat diterima pada jurnal internasional. “Informasi yang disampaikan kepada pembaca tidak hanya harus jelas dan mudah dimengerti, tetapi juga merupakan sebuah informasi yang terstruktur dan mengalir dari mulai abstrak hingga kesimpulan,” jelas Edy Giri.

Adanya Kerjasama antara BATAN dengan ITERA, lanjut Edy Giri, akan memberikan peluang yang sangat besar bagi sivitas akademika ITERA untuk dapat melakukan kegiatan litbang iptek nuklir di bidang energi, pertanian, kesehatan, industri, material maju dan lainnya. Hal ini terlihat dari antusias dan semangat peserta sosialisasi memberikan pertanyaan dalam diskusi. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang dosen dan mahasiswa dari berbagai jurusan, yaitu Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Geologi, Teknik Sistem Energi, Teknik Pertambangan, Teknologi Pangan, Teknik Material, serta pustakawan dan pengelola jurnal di lingkungan ITERA. (Noerda)

0 0 0 0